Sah saja hukumnya jika kita
mengikuti pelatihan dan training motivasi enterpreneur karena
akan membuka wawasan lebih luas tentang peluang usaha, manajemen perusahaan,
dan jaringan multisegmen yang akan memberi efek sangat positif. Tetapi jika
kita mengharapkan usaha kita akan sukses karena training dan pelatihan
tersebut, kita salah besar. Tidak ada yang menjamin kesuksesan usaha kita,
kecuali diri kita sendiri. Training dan pelatihan hanya sebagai
spirit awal saja bagi kita.
1. Mulailah dari Kesenangan Pribadi
Carilah usaha yang memang dekat
dengan kesenangan atau kemampuan pribadi. Kemampuan itu adalah modal kita
yang pertama. Kita bisa merenungkan, apa saja yang kita kuasai dan mampu
kita kerjakan dengan baik. Kemampuan ini akan berkembang terus, dan kita yang
tahu seluk-beluknya. Setiap usaha punya kerumitan dan masalahnya sendiri.
2. Pelajari Dengan Seksama Bidang
Usaha yang Akan Kita Geluti
Banyak orang jahat di dunia ini.
Namun, kita jangan khawatir karena orang baik pun tidak sedikit jumlahnya. Kita
hanya perlu mengenali siapa mereka. Oleh karena itu, sebelum menerjuni sebuah
usaha, kita perlu memahami karakteristik usaha tersebut agar tidak menjadi
korban orang jahat yang memanfaatkan ketidaktahuan kita.
Hal-hal yang harus kita pelajari dan
mengerti di antaranya sebagai berikut:
a. Bagaimana proses produksinya?
Carilah informasi sebanyak-banyaknya untuk bisa kita pertimbangkan efisiensi
biayanya.
b. Siapa saja konsumennya? Carilah
informasi mengenai segmentasi konsumen yang hendak kita bidik dan bagaimana
menyampaikan informasi tentang usaha kita kepada mereka.
c. Seberapa besar peluangnya?
Buatlah perhitungan sederhana hingga detail mengenai peluang usaha tersebut.
Dengan begitu, kita bisa cermat memperhitungkan struktur permodalan, regulasi
keuangan, dan omset yang mungkin kita capai.
3. Susunlah Rencana Usaha
Perencanaan usaha meliputi bagaimana
kita mengkonsep detail usaha kita, struktur permodalan, aspek-aspek teknis, dan
manajemen pengelolaan usaha. Buatlah rencana tersebut dalam buku khusus.
Susunlah langkah-langkahnya dengan sistematis. Buatlah target yang realistis,
tidak terlalu mudah dan tidak pula muluk-muluk. Perencanaan yang baik akan
menjadi panduan kita untuk mengelola suatu usaha.
4. Mengukur Peluang dari Usaha Baru
Kita dapat mengukur peluang dari
usaha baru yang akan kita buat. Semua usaha baru dimulai karena ada
kebutuhan. Setelah kita mengidentifikasi adanya kebutuhan, barulah ada
pasar yang potensial.
5. Lakukan Uji Coba
Jika memungkinkan, lakukan uji coba
terhadap produk yang akan kita kembangkan. Uji coba berfungsi untuk mengetahui
minat konsumen, hal-hal non-teknis yang kadang tidak terpikirkan, dan berbagai
hal lain yang akan semakin menajamkan rencana usaha yang telah kita susun. Uji coba
juga memungkinkan kita menghimpun kritik dan saran, mengetahui kekurangan
produk untuk kita perbaiki, dan mengetahui kelebihannya untuk bisa kita
maksimalkan.
6. Ciptakan Keunikan untuk Menarik
Perhatian
Image yang baik tentu saja berpengaruh terhadap respon konsumen.
Seringkali citra baik suatu produk baru didapat setelah proses bertahun-tahun.
Oleh karena itu, di awal usaha, setiap produk harus mampu mencuri perhatian
konsumen. Kita harus menciptakan keunikan untuk mencuri perhatian. Namun,
keunikan tersebut tetap harus bercitra positif. Keunikan itu bisa diaplikasikan
dalam bentuk merek, cara pengemasan, cara penyajian, servis purna layanan, dan
sebagainya.
7. Jangan Menunda-nunda dan Jangan
Terburu-buru
Penyakit yang sering dialami
masyarakat kita adalah menunda-nunda tindakan saat kesempatan terbuka. Tentu
saja, ini tidak baik sebab kesempatan tidak datang dua kali. Oleh karena itu,
bangkit dari kemalasan dan memutus rantai penundaan adalah langkah yang harus
dilakukan untuk meraih sukses. Namun, bukan berarti kita boleh terburu-buru.
Semua harus dilakukan dengan cermat, dimulai pada saat yang tepat, direncanakan
dengan baik dan maksimal.
8. Siapkan Diri untuk Berkompetisi
Kompetisi adalah sesuatu yang mutlak
kita hadapi dalam proses usaha. Oleh sebab itu, kita harus siap dengan
kompetisi tersebut. Mulailah dari rancangan produk yang mampu bersaing, mental enterpreneur
yang kuat dan tahan banting, serta kemampuan memperbarui ide dengan hal-hal
baru yang lebih baik. Jika memungkinkan, ubahlah lawan menjadi kawan. Ubahlah
persaingan menjadi mitra, minimal bangunlah iklim persaingan yang sehat.
9. Bersaing dalam Kualitas,
bukan Harga
Banyak usaha gulung tikar karena
menyikapi persaingan dengan cara menurunkan harga. Jangan terprovokasi dengan
iklim tersebut. Bersainglah dengan meningkatkan kualitas, bukan menurunkan
harga. Memang, pada akhirnya, harga memiliki pengaruh sangat kuat dalam
persaingan. Namun, jika harga menjadi bagian utama persaingan, itu tidak tepat.
Menurunkan harga membuat kita harus menurunkan kualitas. Kualitas yang buruk
membuat konsumen menjauh. Sementara kualitas yang baik, membuat konsumen ikhlas
jika harganya sedikit mahal.
10. Jadikan Konsumen Sebagai Mitra,
Bahkan Konsultan
Mungkin kita sering mendengar
istilah “Pembeli adalah raja.” Mereka harus kita layani sebaik-baiknya. Akan
lebih baik jika bisa kita jadikan mitra. Bahkan, konsultan. Jangan segan-segan
meminta pendapat mereka mengenai produk. Selain mendapat masukan berharga, cara
semacam ini berfungsi membangun keterikatan. Mereka akan “merasa memiliki”
produk tersebut.
11. Pertimbangkan Lokasi dan Tata
Letak dengan baik
Untuk usaha kecil dalam bidang
penjualan, promosi terbaik adalah lokasinya. Tata letak pabrik dan toko
yang baik akan mempermudah kemampuan produksi.
12. Kemaslah Promosi Dengan
Baik, Elegan, dan Tidak Norak
Promosi
yang dikemas baik akan menaikkan citra produk. Bicara masalah promosi, sama
sekali tidak bicara masalah kuantitas, tetapi kualitas. Promosi yang baik
adalah tepat sasaran. Jangan sampai, promosi justru membuat konsumen terganggu.
Promosi bisa dilakukan dengan membuat pamflet kecil yang disebarkan ke
masyarakat, kartu nama yang disisipi informasi produk, keikutsertaan dalam
event yang melibatkan massa sesuai pangsa pasar yang dibidik. Sesuaikan
bahasa, desain, dan cara penyampaiannya dengan target tersebut.
13. Internet Marketing
Saat ini, internet telah menjadi
bagian kehidupan sebagian besar masyarakat Indonesia. Kita bisa memasarkan
produk melalui internet dengan membuat blog, web, dan banner
iklan. Keikutsertaan dalam jejaring sosial juga sangat membantu penyebaran
informasi. Bahkan, citra suatu produk bisa dibangun dengan cara tersebut.
Jadi, kesertaan kita dalam jaringan internet marketing dan bisnis online
adalah sebuah terobosan.
14. Mencari modal atau partner
Jika tidak punya modal sendiri, maka
kita perlu mencari kerjasama dengan orang lain. Disarankan kita harus
berhati-hati dalam masalah administrasi keuangannya, karena banyak kasus
penipuan. Banyak partner yang curang atau nakal. Jika kita hanya
punya kemampuan, misalnya, ada kemungkinan partner kita akan “menendang” kita
keluar begitu dia dan anak buahnya menguasai keahlian yang diperlukan tersebut.
Kita perlu menempatkan orang yang kita percaya untuk mengawasi keuangan, kalau
bisa kita tangani sendiri soal uang ini. Selalu berhati-hati agar tidak
ditipu orang.
Sumber :
https://www.facebook.com/notes/jaringan-pengusaha-muslim-indonesia/strategi-bisnis-14-kiat-agar-usaha-kecil-sukses/274616539224997
Tidak ada komentar:
Posting Komentar